Pages - Menu

Kamis, 12 Desember 2013

MISTERI INJIL KUNO BARNABAS MENGGUNCANG DUNIA


Munculnya kitab kuno di Turki pada Februari 2012, yang diyakini sebagai Injil Barnabas, membuat perdebatan di dunia internasional makin panas. Namun, perdebatan masih berkutat soal klaim benar tidaknya kitab itu sebagai Injil Barnabas. Adu pendapat belum masuk ke ranah isi kitab yang memang belum diterjemahkan oleh pemerintah Turki.

Kepala Direktorat Jenderal Museum dan Aset Budaya Turki, Zulkuf Yilmaz, mengakui memang ada satu kitab kuno yang masuk ke Museum Etnografi Turki pada Februari 2012. Kitab itu diberikan militer ke museum, setelah selama 12 tahun tersimpan di dalam lemari besi di kantor Pengadilan Tinggi Ankara.

Zulkuf berjanji, direktoratnya akan segera menganalisis isi kitab itu. Rencananya, kitab setebal 40 lembar itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk diteliti lebih lanjut. “Di laboratorium itu akan dianalisa dan diterjemahkan isinya,” ungkap Zulkup kepada televisi Hurriyet.

Injil Barnabas versi Turki ini ditulis di atas kulit hewan yang berwarna cokelat kehitaman. Penulisnya menggunakan tinta dari emas dan isinya dalam bahasa Aramaic, bahasa yang diperkirakan bahasa ibu Yesus Kristus. Umum kitab ini diduga mencapai 1.500 tahun.

Ada tiga versi Injil Barnabas, yakni Injil Barnabas berbahasa Italia, Injil Barnabas berbahasa Spanyol, dan terakhir yang ditemukan di Turki. Manuskrip Injil Barnabas versi Spanyol hilang dari peredaran, namun sebagian teksnya muncul di transkrip pada abad ke-18.

Munculnya Injil Barnabas di Turki yang ternyata berbahasa Aramaic menjadi penting karena bisa jadi inilah kitab yang lebih tua dari dua kitab sebelumnya. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay, juga percaya kalau kitab Bernabas asal Turki ini adalah versi asli Injil Barnabas.

Dari dua versi itu terungkaplah versi lain soal Yesus Kristus dan munculnya Islam serta Nabi Muhammad SAW. Itu mengapa Injil Barnabas disebut ajarannya lebih pararel dengan Islam.

Dalam analisisnya, majalah Y-Jesus asal Amerika Serikat, menyatakan isi teks secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Laporan itu juga menyatakan dalam teks, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.
Perdebatan soal isi dua kitab Barnabas sebelumnya pun kembali marak setelah Injil Barnabas Turki muncul. Phil Lawler, editor Catholic World News (CWN), menyatakan, kitab Barnabas Turki dapat saja diterima. Namun, karena manuskrip itu belum diterjemahkan, tidak ada yang tahu persis apa isi dari kitab itu.

Phil mengatakan, satu media Iran, Basij, melaporkan penemuan Kitab Barnabas Turki ini. Oleh Basij disebutkan, Injil Barnabas Turki ditulis pada abad ke-5 atau ke-6 Masehi. Phil membantah keras pendapat ini. Argumen yang dia ajukan adalah, Barnabas hidup bersamaan dengan Yesus Kristus dan termasuk 12 muridnya.

“Ini pasti ditulis oleh seseorang yang mengaku mewakili Barnabas,” kata Phil, seperti dikutip Daily Mail.
Ramalan tentang datangnya Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam kitab Barnabas sebelumnyna juga ia sangkal. Sebab, menurut Phil, aspek penanggalan manuskrip itu sangatl penting. “Jadi apa yang Turki miliki sekarang adalah sebuah dokumen tua, tetapi kami meragukan kitab yang saat ini diperdebatkan,” kata Phil.

Teolog Turki, Omer Faruk Harman, mengatakan, untuk mengungkap berapa usia kitab Barnabas Turki itu perlu diadakan riset mendalam. “Scan ilmiah dari kitab mungkin satu-satunya cara untuk mengungkapkan berapa usia sebenarnya,” ujarnya kepada Todays Zaman.

Analis terorisme dan pengamat Iran dari Christian Broadcasting Network, Erick Stakelbeck, mengatakan kemunculan Injil Barnabas Turki adalah akal-akalan Iran. Menurut dia, pemberitaan Injil Barnabas oleh media Iran, Basij adalah bentuk propaganda rezim Iran terhadap umat Kristen. (Kontributor Republika di Ankara, Turki)

INJIL BARNABAS DAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW

Perdebatan tentang kitab yang disimpan di museum etnogari Turki memang belum selesai. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki masih meneliti dan menerjemahkan isi kitab tersebut di Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk memeriksa keaslian Injil Barnabas itu. Siapakah Barnabas itu?
Barnabas lahir di Siprus sebagai Yusuf. Barnabas adalah termasuk orang yang pertama menganut keyakinan yang dibawa oleh Yesus atau Nabi Isa yang kemudian dinamai rasul. Kisahnya muncul dalam Kisah Para Rasul. Paulus menyebutnya dalam beberapa suratnya.

Namun, tradisi Kristen menyatakan ia menjadi martir di Salamis, Siprus. Dia secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, dengan hari pestanya pada 11 Juni.
Dalam tradisi itu, Yesus menyangkal menjadi Mesias (juru penyelamat) dan mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismael, istilah yang digunakan untuk orang Arab. Alkitab ditulis oleh Barnabas sehingga sebagian besar waktunya dicurahkan untuk menulis pesan Yesus.

Sebelum ditemukan kitab di Turki, memang ada dua Injil Barnabas sebagai manuskrip kitab yang dibuat pada abad ke-16 dalam bahasa Italia dan Spanyol. Umat Kristen memang tidak mengakui Injil Barnabas karena Barnabas dianggap tak pernah menulis kitab apa pun.
Secara umum sangat tidak selaras dengan laporan yang juga ditemukan dalam Injil-Injil karena Injil Barnabas bukanlah manuskrip yang ditulis para rasul Yesus seperti Injil Kanonik. Dalam batas tertentu, kitab ini mengikuti penafsiran Islam tentang asal-usul Kristen.
Komunitas Kristen Suriah mengklaim kepemilikan Injil kuno yang ditemukan otoritas Turki pada 2000 lalu itu. Komunitas itu telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Er tugrul Gunay, untuk mengembalikan kitab suci itu kepada mereka.

Kepala Budaya Komunitas Kristen Suriah, Sabo Hanna, mengatakan Alkitab bersejarah memiliki makna material yang besar bagi Kristiani. “Jika Turki tidak menyerahkannya, kami meminta Turki membuka akses bersama dengan membangun museum di Distrik Midyat, Suriah,” kata Sabo kepada Hurriyet Daily News.

Komunitas Kristen Suriah ini adalah penganut Kristen ortodok di wilayah Arab. Mereka tersebar dari Lebanon, Suriah, hingga perbatasan Turki. Penganut Kristen ini telah menggunakan bahasa Aramik sejak awal berdirinya gereja mereka. “Banyak biara pada awal Kristen di wilayah Suriah di tenggara Turki telah dijarah oleh Turabidin. Karena itu, kami minta agar Injil kuno itu dikembalikan,” ujar Sabo Hanna.

Kelompok Kristen Suriah ini telah menyebar hingga Eropa. Kurang lebih delapan perwakilan komunitas ini ada di Eropa. Mereka juga menyebar di Asia Kecil dengan kitab teks Yunani dan bahasa Aram. Namun, belum dilakukan penelitian secara mendalam apakah Injil ini benar memiliki keterkaitan dengan Kristen Suriah. Secara geografis, letak negara Siprus tempat kelahiran Barnabas berada di Selatan Turki yang dipisahkan Laut Mediterania.

Sedangkan Suriah, juga berdekatan dengan Siprus yang dipisahkan laut pembatas benua Afrika, Asia, dan Eropa itu. Polisi Turki menggerebek kelompok penyelundup benda purbakala di Turki Selatan, 12 tahun lalu. Mereka hendak membawa sebuah kitab ke Ankara. Kitab itu langsung dimasukkan ke brankas kantor Pengadilan Tinggi Turki.
Injil kuno yang diperkirakan berusia 1.500 tahun menjadi perhatian setelah dipublikasikan Pemerintah Turki. Kontroversi muncul karena isi Injil ini meyakini Yesus sebagai nabi. Injil ini memprediksi kedatangan Muhammad SAW setelah Yesus.
Jika benar bahwa kitab ini merupakan Injil Barnabas, ramalan rahib Buhaira saat Muhammad SAW kecil ada hubungannya. Saat itu, Muhammad SAW berusia 12 tahun. Abu Thalib, sang paman, hendak melakukan ekspedisi niaga dari Makkah ke Syam (Suriah).

Saat tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz, mereka bertemu dengan Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan Muhammad. Sebab, awan selalu bergerak memayungi kemanapun Muhammad melangkah. Buhaira memeriksa tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci.
Ia akhirnya menemukan tanda kenabian di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya. Ia lalu mencium tanda itu. Sang rahib pun berpesan agar Abu Thalib menjaga keponakannya itu karena dia adalah calon rasul yang dinantikan. Prediksi Buhaira dari Kota Bushra itu menjadi kenyataan. Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad memperoleh wahyu saat menyendiri di Gua Hira. Muhammad menjadi rasul penutup bagi umat manusia.[]



http://moeflich.wordpress.com/2012/06/13/injil-yang-benar-membenarkan-islam-islam-membenarkan-isa-a-s-dan-injil-yang-benar/#more-5175

Misteri Hadirnya Perahu Bulat Mirip UFO Yang Terdampar di Jepang Pada Tahun 1803

Perpustakaan Iwase Bunko memiliki sebuah manuskrip dokumen berjudul Hyouryuukishuu (“Tales of Castaways”), yang dicetak sekitar akhir periode Edo (1603-1868). Dokumen ini bertanggal kembalike setidaknya 1803 dan apa yang dikandungnya telah mengguncang komunitas UFO.

ufo jepang_3
Dokumen ini menceritakan kisah pelaut-pelaut Jepang yang menemukan diri mereka di negeri-negeri asing setelah tersesat di laut, juga mengenai cerita tentang sebuah benda asing yang terdampar di pantai Jepang.
Bagi orang-orang Jepang, yang pada waktu itu hidup dalam periode isolasi nasional yang panjang, cerita-cerita eksotis ini pastilah tampak sangat fantastis.
ufo jepang_2Diantara kisah-kisah ini adalah kisah dari sebuah kapal yang terdampar dengan penampilan yang sangat misterius.
Cerita ini terjadi pada tanggal 22 Februari musim semi pada tahun 1803, dekat desa Harashagahama di Hitachi-no-kuni (sekarang prefektur Ibaraki), sesuatu yang aneh telah terdampar ke pantai.
Menurut dokumen itu, badan kapal yang digambarkan memiliki tinggi 3,3 meter dan lebar 5,4 meter, dibangun dari kayu cendana merah dan besi serta dilengkapi dengan jendela kaca atau kristal.
Karakter-karakter misterius dari alfabet yang tidak diketahui ditemukan tertulis di dalam kapal.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/Utsuro-bune.jpg
Ink drawing of the Utsuro-bune by Nagahashi Matajirou (1844). (wikipedia)
Peristiwa ini menciptakan kegemparan di desa itu dan orang-orang bergegas ke bawah untuk melihat objek yang tidak biasa itu. Objek ini dikenal sebagai Utsuro Bune (kapal berongga).
Berada di dalam kapal adalah seorang perempuan muda berpakaian halus dengan wajah pucat dengan alis dan rambut berwarna merah. Dia diperkirakan berumur antara 18 dan 20 tahun.
Karena ia berbicara dengan bahasa asing, mereka yang bertemu dengannya tidak dapat menanyakan dari mana asal perempuan itu datang. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak kayu polos yang tampaknya sangat berharga bagi dirinya, karena ia tidak mengizinkan siapapun untuk mendekati kotak itu.
ufo jepang_1Dokumen itu menunjukkan sebagian dari teks yang ditemukan di dalam kapal (lihat gambar).
Dokumen dokumen lain dari periode Edo menjelaskan variasi pertemuan pertemuan misterius.
Toen Shousetsu (1825), sebuah buku karya Kyokutei Bakin (yang lebih terkenal untuk volume-106 epik Samurai Nansou Satomi Hakkenden) bercerita tentang pertemuan yang sama, mengacu pada kapal aneh yang disebut utsuro bune (kapal kosong).
Variasi lain dari kisah ini muncul di Ume No Chiri (1844), ditulis oleh seorang penulis yang relatif tidak terkenal bernama Nagahashi Matajirou.
Meskipun kredibilitas buku-buku ini telah dipertanyakan, namun telah diverifikasi bahwa buku-buku ini ditulis sebelum era UFO modern.
Dalam kisah Shousetsu Toen, seorang tetua desa berkata:
“Wanita ini mungkin putri seorang raja di sebuah negara asing dan mungkin telah menikah di negara asalnya. Namun, ia mencintai pria lain setelah menikah dan kekasihnya dihukum mati”
“Karena ia seorang putri, dia tidak menerima hukuman mati. Dia dibuang dengan cara diletakkan di perahu yang membawanya pergi ke lautan dan semuanya diserahkan pada takdirnya. Jika dugaan ini benar, kepala kekasihnya yang terputus berada di dalam kotak persegi yang dibawanya. (Hal ini mungkin menjelaskan mengapa kotak begitu penting baginya dan dia selalu memegangnya di tangannya).”
“Akhirnya masyarakat desa tersebut mengirimnya kembali ke perahunya dan melepaskannya di tengah laut. Dari sudut pandang kemanusiaan, perlakuan ini terlalu kejam baginya. Namun, perlakuan ini dipercaya akan menemukan takdirnya. “
Jika diselidiki lebih lanjut, dari cerita ini kita menemukan akun yang ada sebelum kedua buku ini.
ufo jepang_5
Pada tahun 1925, Penulis cerita rakyat terkenal, Yanagida Kunio (1875-1962) menulis sebuah makalah berjudul “The Story of Utsubo-fune”. Dalam makalahnya itu dia menulis tentang asal usul keluarga Kawano di distrik Iyo:
“Sebuah kisah lama lalu, seorang nelayan bernama Wakitaro hidup di Pulau Gogono dan bekerja di laut. Dia menemukan Utsubo-fune di laut dan ia tarik ke rumahnya.”
“Dia menemukan seorang gadis yang usianya sekitar dua belas atau tiga belas tahun di dalam perahu ini. Gadis itu mengatakan bahwa dia adalah anak dari seorang raja di Cina. Karena dia terlibat dalam skandal di tanah airnya, dia dipaksa keluar dan berlayar ke laut di dalam perahu ini.”
“Nelayan itu menamainya Wake-hime dan membesarkannya. Dia kemudian menjadi seorang putri dari raja di distrik Iyo dan melahirkan Ochimiko, yang merupakan awal dari keluarga Kawano. “
Juga dalam makalah ini, ia menyebutkan sepotong cerita rakyat yang menarik, yang diwariskan sebagai sebuah lagu di pulau Kyushu.
Terjemahan bebas dari beberapa lirik lagu tersebut seperti ini:
. . . seorang putri seorang pria yang mulia;
. . . dia dikirim ke laut dalam Utsuro-bune karena skandal nya;
… Perahu itu terbuat dari kayu cendana merah, hitam, dan kayu Cina;
… Kaca (jendela) terbuat dari chan;
… Adalah mungkin untuk membedakan antara siang dan malam melalui kaca (jendela);
… Makanan di perahu itu kue lezat … “
Selain akun dalam berbagai buku, tidak ada catatan lain dari insiden misterius ini yang telah ditemukan di dalam dokumen-dokumen resmi di Jepang.
Jadi apa yang tersisa bagi kita adalah lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Mungkinkah pesawat berbentuk UFO hanya bisa berlayar seperti sebuah perahu dan diambil dari cerita rakyat?
ufo jepang_4Atau apakah cerita rakyat ini berdasarkan pengalaman penampakan UFO? Ataukah ini hanya sekedar kisah seorang wanita yang terdampar?
Yang sangat disayangkan adalah bahwa cerita ini sering digunakan sebagai bukti definitif adanya alien kuno atau UFO di Jepang, meskipun ada banyak pertanyaan di hampir setiap aspek dari cerita tersebut.
Sebuah analisis mendalam dari dua variasi cerita ini dapat ditemukan dalam artikel yang diterjemahkan oleh Kazuo Tanaka berjudul: Apakah pertemuan dari “Jenis Ketiga” telah terjadi di pantai Jepang pada tahun 1803? ( “Did a Close Encounter of the Third Kind Occur on a Japanese Beach in 1803?
Tapi menurut kami, ini hanyalah kapal biasa yang sebagian materialnya masih terbuat dari bahan kuno, yaitu kayu. Namun karena kurangnya informasi dari dokumen yang ada, maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah penumpangnya benar-benar manusia dari jenis kita?.

Kamis, 05 Desember 2013

Seragam Tentara AS Masa Depan Mirip Iron Man

Tampaknya kostum yang dipakai dalam Iron Man bukan sekadar khalayan. Baju anti peluru berteknologi tinggi ini mengilhami angkatan bersenjata Amerika Serikat menjadikannya nyata. Inilah dia TALOS: The Tactical Assault Light Operator Suit.

TALOS adalah baju tempur baja yang sangat inovatif. Di dalamnya terdapat teknologi pemantauan daya, kesehatan, dan sistem senjata canggih. Senada dengan janji Letnal Kolonel Karl Borjes, Penasihat Peneliti di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Rekayasa US Army, "TALOS juga memiliki sistem komunikasi, sensor, radar, dan lainnya. Semua teknologi terdepan ada di baju tempur baja ini."
Ilustrasi
Gareth McKinley, Profesor di Massachusetts Institute of Technology, membenarkan bahwa dirinya dan beberapa ilmuwan lain di MIT tengah membuat baju tempur yang ada di cerita-cerita fiksi di film-film Hollywood.

"Ya, bentuknya akan sama dengan baju Iron Man," kata McKinley. Bahkan, mengingat bahan baku utama dari logam yang rentan terhadap magnet dan listrik, Sersan Mayor Chris Faris mengungkap, "Para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology, AS, terlibat dalam desain baju tempur ini. Tim ilmuwan juga sedang mengembangkan pelindung tubuh cair yang akan melindungi tubuh pengguna dari efek medan magnet dan arus listrik."
Tentunya rencana para peneliti militer tersebut mendapat sambutan positif dari para tentara AS. Mereka berharap TALOS cepat terwujud. Dan tampaknya proyek ini tidak main-main. Pengerjaan baju TALOS dijadwalkan rampung dalam waktu satu tahun, dan penggunaannya bisa dimulai pada tahun 2016.

Kemajuan teknologi menyongsong masa depan memang harus dipersiapkan. Keamanan serta keselamatan prajurit sebagai manusia adalah prioritas. Walau pada akhirnya mungkin menguras dana negara untuk kepentingan militer. Tinggal tersisa pertanyaan mendasar: Apakah tujuan utamanya menyelamatkan nyawa atau menjadi mesin penghancur?

Sub-Biosphere 2, Kota Bawah Laut Masa Depan

Bila daratan di bumi terendam air, bila peradaban manusia terlempar ke masa saat Kevin Costner menjelajah dunia penuh air di atas perahu (Waterworld, 1995). Apa yang bisa dilakukan manusia?

Arsitek asal London mungkin menjawab kekuatiran tersebut dengan merancang beberapa bangunan yang menjadi kota di bawah laut untuk mengantisipasi jika bumi terendam air laut di masa datang.
 
Bangunan, atau kota ini dinamai Sub-Biosphere 2 diklaim bisa menampung hingga 100 orang dalam satu kubahnya. Di setiap kubah sudah dirancang agar produksi makanan, udara, lapisan biosfer, laboratorium, tersedia lengkap. Singkatnya, dalam kubah seluas 1.105 kaki ini manusia ak memerlukan kebutuhan lain dari dunia luar.

Pauley merancang bangunan ini karena dirinya meyakini bumi akan tenggelam oleh air laut di masa datang. Ia mengatakan, jika pemanasan global tak ditanggulangi dan terus berjalan, lapisan es akan mencair dan membuat bumi tenggelam oleh air laut.

"Saya ingin ketika orang-orang baru menyadari hal tersebut dan ingin memiliki rumah di bawah laut, saya sudah memilikinya," kata Pauley seperti dikutip dari Daily Mail.

Lakukan 6 Tips Berikut Agar Terhindar Dari Bau Kaki Menyengat

Ketika berbicara bau badan, biasanya orang akan terfokus pada ketiak, lengan, atau daerah sekitar alat kelamin. Padahal, bau badan juga bisa berupa aroma tidak sedap yang ditimbulkan kaki atau biasa disebut dengan bromodosis.



Memang agak berbeda karena selain kelenjar apokrin (kelenjar yang bisa menghasilkan bau), sepatu dan kaus kaki pun bisa menyebabkan aroma tidak sedap pada kaki.

Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan kondisi kaki dan alas kaki untuk menghindari aroma tidak sedap pada kaki, seperti dikutip dari Medical News Today:

1. Cuci kaki dengan air hangat secara teratur
Ingatlah bahwa air hangat bisa membunuh bakteri lebih baik dibanding air dingin. Saat mencuci kaki, ada baiknya tambahkan minyak teh. Setelah itu keringkan kaki terutama di sela-sela jari.

2. Pilih kaus kaki yang tepat
Layaknya pakaian, pilihlah kaus kaki yang terbuat dari serat alami seperti katun atau setidaknya kombinasi serat buatan dan wol. Gantilah kaus kaki Anda setiap hari.

3. Pilih sepatu yang tepat
Sebaiknya hindari sepatu dengan bahan plastik. Selain itu, usahakan untuk melepas sepatu Anda tiap kali ada kesempatan untuk memberi kesempatan kaki untuk bernapas. Jika kaki Anda mudah berkeringat, sebaiknya jangan gunakan sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut dan biarkan sepatu benar-benar dalam keadaan kering.

4. Gunakan batu apung
Bakteri bisa berkembang di kulit mati. Jika di telapak kaki terdapat kulit mati, sebaiknya hilangkan kulit mati itu menggunakan batu apung dengan cara digosok.

5. Pergi berkeliling dengan telanjang kaki
Cara lain memberi kesempatan kaki untuk bernapas yaitu dengan berjalan tanpa alas kaki atau mencopot alas kaki sesering mungkin.

6. Gunakan deodoran
Tanyakan kepada dokter jika kaki Anda memang membutuhkan deodoran khusus kaki. Atau jika ada infeksi jamur di kaki, cukup konsultasikan apa obat anti-jamur yang sesuai untuk mengobati infeksi Anda.

Semut Panda, Serangga Menggemaskan Dengan Sengatan Mematikan

Inilah salah satu spesies serangga paling menarik di dunia, dijuluki "semut panda" (Euspinolia militaris).



Julukan semut panda memang tepat. Spesies tersebut memang menyerupai keduanya. Namun, jangan salah, spesies ini sama sekali bukan semut dan sama sekali bukan panda.

E militaris adalah sejenis tawon tak bersayap yang memiliki sengatan kuat. Saking kuatnya, jenis ini juga dijuluki "cow killer", mampu melumpuhkan sapi.

Meski memiliki penampilan lucu, spesies ini rupanya belum menarik banyak perhatian ilmuwan. Hingga saat ini, masih sedikit studi yang dilakukan.

Sejauh ini, hanya diketahui bahwa spesies ini dideskripsikan pertama kali pada tahun 1938, ditemukan di Cile, serta identitasnya ternyata bukan semut.






Natron, Danau Mematikan yang Mengubah Korbannya Menjadi Batu

Tidak semua danau memiliki air yang segar dan dapat menjadi tempat tinggal makluk hidup, seperti danau mematikan ini yang terdapat di Tanzania, Afrika Timur.



Natron adalah danau garam, airnya memiliki pH sampai 10,5, begitu kaustik hingga bisa membakar kulit dan mata hewan yang tidak bisa beradaptasi dengannya. Ditambah lagi dengan suhu airnya yang bisa mencapai 60 derajat Celcius.

Danau Natron, namanya diambil dari natron (mineral natrium karbonat dekahidrat atau sodium carbonate decahydrate) yang biasa digunakan orang Mesir kuno untuk mengeringkan organ selama proses mumifikasi atau membuat mumi.

Kandungan mineral dalam airnya juga punya fungsi sebagai pengawet bangkai hewan malang yang tercebur lalu mati. Membuat mereka seakan dicelupkan dalam adonan semen.

Di danau ini, semua hewan yang terendam dalam air danau tersebut akan berubah menjadi batu.
Hal ini terjadi diakibatkan suhu danau yang bisa naik menjadi 60 derajat sewaktu-waktu, serta alkalinitas yang tinggi akibat akumulasi abu vulkanik dari lembah Great Rift.

Fotografer Nick Brandt datang ke lokasi, untuk mendokumentasikan korban danau tersebut seperti bangkai burung dan hewan kecil yang telah membatu karena pengapuran.

Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila yang bisa bertahan hidup di sepanjang tepi yang airnya kurang asin. Juga sejumlah bakteri.

Fotografer alam liar, Nick Brandt menggunakan bangkai-bangkai hewan di Danau Natron sebagai model dari serial fotografi terbarunya yang mengerikan.

"Menemukan mereka terdampar di sepanjang tepian Danau Natron, saya pikir sangat luar biasa. Bayangkan, setiap detil, dari ujung lidah kelelawar, rambut-rambut kecil di wajahnya, seluruh tubuh elang pemakan ikan, diawetkan dengan sempurna," kata Brandt seperti dimuat CBSNews.com.

Belum diketahui bagaimana bisa burung-burung dan kelelawar terjun dalam air yang mematikan. Menurut Brandt, mungkin mereka bingung dengan "refleksi alami ekstrem" pada permukaan danau tersebut  yang kerap berubah warna. Mirip dengan fenomena burung terbang ke arah jendela kaca dan menabraknya.

Saat memotret bangkai binatang yang kini mirip patung itu, Brant memutuskan untuk membuat mereka dalam posisi seakan masih hidup. Menaruh mereka di ranting pohon atau di atas air.

"Aku menempatkan mereka dalam posisi 'hidup'. Seakan hidup lagi setelah mati," kata dia. Sebagian hasil karya Brant kini dipamerkan di Hasted Kraeutler Gallery di New York dan akan dipublikasikan dalam buku fotografi berjudul, "Across The Ravaged Land".
















Asal Usul Danau Natron

Sementara, ahli ekologi di University of Leicester, David Harper mengatakan, jika di tempat lain bangkai hewan yang mati akan terurai dengan cepat, beda halnya di Danau Natron.

"Saat mengering, garam akan membentuk lapisan kerak dan akan bertahan selamanya," kata Harper yang pernah mengunjungi Danau Natron empat kali, seperti repoter yang mengutip dari NBC News.

Garam yang terkandung di Danau Natron tidak seperti garam masak yang dipanen dari laut. Melainkan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava, dan disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 mil.

Pelakunya adalah Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di selatan Danau Natron.


Hannes Mattsson, seorang peneliti di Swiss Institute of Technology di Zurich mengatakan, gunung berapi lain biasanya memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai adalah satu-satunya di planet ini yang menyemburkan "natrocarbonatite" yang kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite dan gregoryite. Jauh lebih asin dari silikat.

Material abu vulkanik lalu dikumpulkan air hujan yang masuk ke danau. Itu menjelaskan mengapa hewan yang tercebur di dalamnya terlihat seperti telah jatuh dalam ember semen. Air danau juga mengalami lonjakan salinitas karenanya.

Sementara, Gunung Ol Doinyo Lengai telah meletus sedikitnya delapan kali sejak 1883. Terakhir meletus pada 2007 lalu.

Berikut ini penampakan danaunya :